Blog Baru

Posted: February 24, 2010 in cerita sehari hari
Tags: , , ,

temen temen…sekarang saya lebih sering nulis blog di YANUARDHIABE.COM

blognya disini

blog ini masih tetep di update dengan tulisan tulisan yang saya posting di ngerumpi.com

abe

hanya karna tas

Posted: November 27, 2011 in Ngerumpi, string

gambar dicuri semena mena dari http://nlavia.wordpress.com/page/5/

kemarin, saya mendapat kabar jelek tentang temen saya. dia mendapat kecelakaan, tidak parah, tapi tetap sebuah kabar buruk. penyebabnya ketika dia membenahi tas jinjing yang dikalungkan di pundak waktu mengendarai motor, dan tanpa melihat kondisi di depan, akhirnya dia kecelakaan.

tas yang dikalungkan dipundak saat mengendarai motor….hmmh, mungkin hal yang sepele, tapi kalo saya melihat malah jadi hal yang bikin merinding. bukan apa-apa sih, karna saya melihat dari sisi safety si pengendara sendiri, dan juga dampaknya ke pengendara lain tentunya.

tas memang jadi salah satu mode yang nge trend sekarang buat para wanita. engga masalah kalo misal tas yang bagus-bagus itu dijinjingnya ketika ada acara, bukan pada saat mengendarai motor. meskipun tetap ada kemungkinan dilihat pengendara lain, tapi pengendara lain pun juga ngga bakalan melihat terus-menerus. tapi sampai sekarang, saya masih suka melihat pengendara yang seperti itu.

atau mungkin, tas yang dikalungin di pundak itu sudah jadi kebiasaan wanita pengendara motor? saya ngga tau juga, karna saya cowok.

jadi kenapa saya kok merinding? bukan karna disamping saya ada pocong juga bencong, tapi ya karna tadi. ketika seseorang, ngga cuman wanita (sapa tau ada juga cowok) saat mengendarai motor, dan mengalungkan tas di satu sisi pundak, maka: *tsaaah udah kaya UUD aja*

kondisi lengan tidak berimbang.

kenapa ngga berimbang? yaaaa sapa tau isi tasnya batu marmer 10kg, kan jadi berat sebelah. ketika berat sebelah konsentrasi jadi kurang fokus juga karna harus memikirkan keseimbangan lengan dan akhirnya…. *coba tebak?*

mengendarai jadi kurang nyaman.

sering kan melihat tas yang dipundak saat mereka berkendara tiba tiba jatuh ke siku atau lengan? saya sering lihat.
mereka akan sibuk membenarkan posisi tas. kalo kondisi lalu lintas normal dan bahkan lengang, mungkin tidak begitu berdampak buruk. nah kalo lagi macet? masa nyuruh polisi lalu lintas yang benerin posisi tas.

naaaah…
ada baiknya sih ya, di motor pasti ada apa ya namanya, cantolan…, eh bahasanya apa sih? ya semacam itu lah. biasanya dibelakang tebeng/bodi depan motor ada semacem besi buat nyantolin barang-barang yang bisa dicantolin biar ngga nyantol kemana-mana. #hallah

intinya itu, daripada tasnya riwil sendiri di pundak waktu naik motor, mending dicantolin di bodi depan. kalo tas nya ngga muat, bagusnya lagi di leher bodi motor dikasih tempat buat tas. kalo masih ngga muat, bagusnya anda beli mobil, taruh di seat samping setir atau seat belakang. kalo bawaanya banyak….saya bantu doa.

percayalah, ini demi keamanan dan kenyamanan berkendara anda dan orang lain.

 

Menggalau Boleh kok, asal…

Posted: May 19, 2011 in Ngerumpi, string

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

“H3h…k4moch c4pah?

Ahkoch P4nDyuuuu… *dikepruk syn*”

————————————

Kira kira seperti itu trend beberapa lalu. 4L4Y. Fenomena baru yang entah munculnya darimana dan penemunya siapa juga saya bener-bener engga tau. Serius deh, engga bohong. Fenomena  4L4Y ini terkadang bikin kita ketawa ketiwi sendiri ketika kita butuh hiburan sekedar menghilangkan stress karna kerjaan, tapi kadang juga suka bikin bête dan emosi jiwa kalo lagi serius-seriusnya kita diajak chat make bahasa 4L4Y sesuai Pergaulan yang disempurnakan. Udah stress kerja, mau refresh, eh malah chat sama 4L4y’ers dengan bahasa kudanil. Rasanya pengen anget banting computer. Ngga apa-apa kok, computer kantor juga, banting aja, tar dapet baru…hehe

Sejalan dengan kehidupan 4L4y, sekarang muncul lagi fenomena Galau. Apalagi itu galau? Saya juga ngga ngerti, yang jelas kalo baca-baca di TL (Time Line) twitter saya, isinya menurut saya pribadi sejenis keluhan. Kayaknya begitu.

Kalo membandingkan dua fenomena di atas, perbedaan yang ada pada sisi pembahasan dan ‘pemainnya’. Maksudnya, seorang 4L4y biasanya membahasa segala hal, dari yang penting banget, sampai hal yang sangat penting banget sekali, trus juga dihuni oleh anak-anak remaja berumur kurang dari 20-an tahun (kaya saya… :p ) sedangkan untuk Galauisme ini lebih didominasi oleh orang orang berumur diatasnya dan pembahasan yang lebih ke sisi tjintah, pergaulan, bahkan pribadi.

Menggalau tentu boleh boleh saja, Halal, toh ngga ada aturan dari MUI yang melarang, takut dimarahin presiden yang suka menggalau kali yah ;))

Ketika tidak ada aturan yang melarang buat menggalau, tentu kita sendiri yang membuat batasan di social media hal apa saja yang ‘bisa’ kita ocehkan dengan balutan kata “Galau”. Yaaah, kalo menggalaunya hanya sekedar main main, ngga yang mengerucut ke sisi pribadi dan terlihat bahwa ‘itu galau beneran deh’ sih ngga masalah. It’s fun, right? Hanya sekedar untuk joke atau bahan obrolan di time line twitter.

Naaaaah, saya, entah kebetulan apa engga, kok sering melihat dari sisi cewe yang lebih suka menggalau nih. Mungkin karna cewe lebih peka dan lebih menggunakan hati untuk menilai sesuatu kali yah, jadi ketika ada hal yang kurang pas, langsung deh….galauan galauan bercucuran di TL twitter saya. Sejauh ini sih fine-fine saja, tapi ada juga sih beberapa galauan mereka yang menurut saya udah desperate banget buat idup, apalagi kalau masalah pertjintahan. LOOOOCH GHUEEE END!

 

 “ aduuuuh, kamyuuu kok geto syiiiih…akyu maunya sama kamoch, tapi kamoch udah ada yang punya, akoch mau koook jadi yang keduax” –ini hanya contoh belaka, kesamaan cerita hanya ketidak sengajaan-

 

Pernah saya menjumpai galauan yang isinya seperti itu, bahasanya ngga alay sih, cuman penulisnya aja yang alay. Eh?

Mungkin kalo kita mendengar itu dari satu orang hanya sekali dua kali tiga kali mungkin engga masalah, tapi kalau tiap hari mendengar hal yang sama dari orang yang sama dan akun  yang sama??? Kasian ngga sih? Jadi menilai hal yang negatif ngga sih? Kalo saya menilai, iya.

Ladies, banyak dari para wanita yang mengungkapkan isi hatinya seperti itu di social media, tidak sedikit pula laki-laki. Jadi kalo saya boleh kasih saran sih, “kalian itu keren, makhluk yang sempurna, cakep cakep lagi. Jadi meng-galaulah ‘seperlu dan sepantasnya’ saja. Jangan jadikan orang lain menilai kita negatif karna galauan kita yang ‘mungkin ‘ keterlaluan.”

 

“murah bukan berarti murahan dan tak bernilai, tapi murahan, memang bernilai tapi diacuhkan” –ngga nyambung deh-

 

NB: saya lagi menggalau. ;))

Menggalau Boleh kok, asal…

Posted: May 19, 2011 in Ngerumpi, string

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

“H3h…k4moch c4pah?

Ahkoch P4nDyuuuu… *dikepruk syn*”

————————————

Kira kira seperti itu trend beberapa lalu. 4L4Y. Fenomena baru yang entah munculnya darimana dan penemunya siapa juga saya bener-bener engga tau. Serius deh, engga bohong. Fenomena  4L4Y ini terkadang bikin kita ketawa ketiwi sendiri ketika kita butuh hiburan sekedar menghilangkan stress karna kerjaan, tapi kadang juga suka bikin bête dan emosi jiwa kalo lagi serius-seriusnya kita diajak chat make bahasa 4L4Y sesuai Pergaulan yang disempurnakan. Udah stress kerja, mau refresh, eh malah chat sama 4L4y’ers dengan bahasa kudanil. Rasanya pengen anget banting computer. Ngga apa-apa kok, computer kantor juga, banting aja, tar dapet baru…hehe

Sejalan dengan kehidupan 4L4y, sekarang muncul lagi fenomena Galau. Apalagi itu galau? Saya juga ngga ngerti, yang jelas kalo baca-baca di TL (Time Line) twitter saya, isinya menurut saya pribadi sejenis keluhan. Kayaknya begitu.

Kalo membandingkan dua fenomena di atas, perbedaan yang ada pada sisi pembahasan dan ‘pemainnya’. Maksudnya, seorang 4L4y biasanya membahasa segala hal, dari yang penting banget, sampai hal yang sangat penting banget sekali, trus juga dihuni oleh anak-anak remaja berumur kurang dari 20-an tahun (kaya saya… :p ) sedangkan untuk Galauisme ini lebih didominasi oleh orang orang berumur diatasnya dan pembahasan yang lebih ke sisi tjintah, pergaulan, bahkan pribadi.

Menggalau tentu boleh boleh saja, Halal, toh ngga ada aturan dari MUI yang melarang, takut dimarahin presiden yang suka menggalau kali yah ;))

Ketika tidak ada aturan yang melarang buat menggalau, tentu kita sendiri yang membuat batasan di social media hal apa saja yang ‘bisa’ kita ocehkan dengan balutan kata “Galau”. Yaaah, kalo menggalaunya hanya sekedar main main, ngga yang mengerucut ke sisi pribadi dan terlihat bahwa ‘itu galau beneran deh’ sih ngga masalah. It’s fun, right? Hanya sekedar untuk joke atau bahan obrolan di time line twitter.

Naaaaah, saya, entah kebetulan apa engga, kok sering melihat dari sisi cewe yang lebih suka menggalau nih. Mungkin karna cewe lebih peka dan lebih menggunakan hati untuk menilai sesuatu kali yah, jadi ketika ada hal yang kurang pas, langsung deh….galauan galauan bercucuran di TL twitter saya. Sejauh ini sih fine-fine saja, tapi ada juga sih beberapa galauan mereka yang menurut saya udah desperate banget buat idup, apalagi kalau masalah pertjintahan. LOOOOCH GHUEEE END!

 

 “ aduuuuh, kamyuuu kok geto syiiiih…akyu maunya sama kamoch, tapi kamoch udah ada yang punya, akoch mau koook jadi yang keduax” –ini hanya contoh belaka, kesamaan cerita hanya ketidak sengajaan-

 

Pernah saya menjumpai galauan yang isinya seperti itu, bahasanya ngga alay sih, cuman penulisnya aja yang alay. Eh?

Mungkin kalo kita mendengar itu dari satu orang hanya sekali dua kali tiga kali mungkin engga masalah, tapi kalau tiap hari mendengar hal yang sama dari orang yang sama dan akun  yang sama??? Kasian ngga sih? Jadi menilai hal yang negatif ngga sih? Kalo saya menilai, iya.

Ladies, banyak dari para wanita yang mengungkapkan isi hatinya seperti itu di social media, tidak sedikit pula laki-laki. Jadi kalo saya boleh kasih saran sih, “kalian itu keren, makhluk yang sempurna, cakep cakep lagi. Jadi meng-galaulah ‘seperlu dan sepantasnya’ saja. Jangan jadikan orang lain menilai kita negatif karna galauan kita yang ‘mungkin ‘ keterlaluan.”

 

“murah bukan berarti murahan dan tak bernilai, tapi murahan, memang bernilai tapi diacuhkan” –ngga nyambung deh-

 

NB: saya lagi menggalau. ;))

berharap?

Kemaren siang, kebetulan teman saya kuliah yang juga satu perusahaan dengan saya namun beda penempatan sempat ngobrol panjang dengan saya. Dan sudah bisa ditebak dong, pembicaraannya mengenai apa? Benar, tentang cinta.
Dia menceritakan tentang kondisi hatinya yang sekarang. “Be, lagi sibuk kerjaan ngga? Gw mau curhat nih?” sapa dia di YM.
“engga, ngga sibuk kok, kenapa? Yah, kalo lo mau curhat melas melasan gw males dah”. ” kagag monyong”
“gini be, gw lagi jatuh cinta ama cewe”
‘trus?”
“yah, gw udah kenal lama banget ama dia. Sejak dulu gw suka ama dia, cuman ngga berani ngungkapin ke dia”
“trus?”
“ya udah, sekarang dia punya cowo”
“trus?” ucap saya sambil mengernyitkan dahi.
“lo daritadi tras trus tras trus mulu”
“lah kudu gimana coba, gw belum tau ceritanya sampe akhir. Lanjutin deh, buruan” balas saya sambil mengevaluasi data beban harian.
” ya udah, dia jadian ama cowo. Tapi gw udah confess ke dia be, gw suka ama dia, dan dianya dulu juga nunggu gw nembak dia. Intinya dia juga suka gw.”
“dan lo dulu ngga nembak dia? Diem doang? Trus tuh gebetan udah jadian trus lo nyesel? Ngarepin dia?”
“nah benerrr, bener banget Be. Gw masih berharap bisa ama dia. Gw sayang banget deh ama dia ga tau kenapa. Tapi gw feeling aja gw klop ama dia. Yah tapi itu, dia udah punya cowo masalahnya. Disatu sisi gw ngarepin dia jadi cewe gw, tapi kondisinya dia udah pacaran. Dan kondisi yang laen, gw menghormati dia ama pacar dia. Gw ngga mau kalo missal mereka putus gw jadi dasar dan sumber masalah mereka putus. Si cewe nih ya, juga kadang suka nyindir gw Be. kalo missal ada yang ngelamar aku duluan, aku berhak memilih kok,. Gitu kata dia.kan gw makin puyeng. Itu tandanya dia masih ngarep gw juga. Sekarang sih, dia emang lagi ada masalah ama cowoknya, tapi bukan gw masalahnya.”
“wah, berat deh. Gini deh, kalo lo masih berharap dan lo sabar, mending lo nunggu aja, kaliii mereka putus kan? Tapi ya lo jangan doain mereka putus lah. Kalo lo sabarrrrr. Kalo engga, ya lo cabut aja. Kasih ati lo ke cewe laen yang kira kira bisa gantiin dia. Gitu sih saran gw?”
Yak….kira kira begitu isi perbincangan kami. Dan saya jujur, bingung juga nanggepin pertanyaan temen saya. Disatu sisi dia berharap banget sama cintanya tapi disisi lain, ternyata si cinta udah ada pasanganya. Jadi sebenernya, sejauh mana sih kita berharap dengan kondisi seperti itu? Takutnya kalo berharap banget kan, bisa bisa malah doain yang jelek ama pasangan tersebut, putus missal. Nah kalo engga berharap, sakit hati kena di kita.

 

*gambar diembat dari sini

LDR itu…

Posted: February 23, 2011 in Ngerumpi, string

Selamat siang warga…😀

Perkenalkan saya anggota baru disini.. *diculik* *dimutilasi*

Sebenernya sih cuman pengen nulis soal LDR. Jadi, kenapa LDR yang saya tulis? Karna saya ngga ngalamin LDR, *udah ikutin yang nulis aja*

LDR yang saya maksud bukan Long D*ck Reduction…tapi Long Distance Relationship.

*tarik nafas panjang* Jadi, kebetulan karna saya merantau dan tinggal di mess yang ternyata satu kamar harus di isi dua orang udah gitu bayarnya penuh artinya itu menyiksa keuangan saya sehingga kalo satu kamar dua orang satu kamar itu jadi tau keseharian temen satu kamar makanya saya bisa nulis tentang LDR disini karna temen satu kamar saya adalah penganut setia LDR. *aaah titik juga* *hembuskan nafas…terakhir*

Namanya pacaran dan LDR mengandung banyak resiko.
Resiko pertama:
Kita bakal jadi operator mendadak tiap malem
In fact, temen saya sekamar, panggil saja kumbang belantara. Mau tidur dia pake headset ngobrol. Pas nonton tipi bareng temen temen laen pun tetep pasang headset dan ngobrol tanpa pamrih dan parahnya pas pup pun tetep nenteng hape dan masang headset di telinga. Nice!

Resiko kedua:
Nah, yang namanya pacaran kan itu saling ngasih kasih sayang. Karna tak ada lawan yang ngerespon kasih sayang sang pelaku LDR karna jauh di sonooo noh, makanya dia cuman ngobrol via hape. Dampak buruknya, kasih sayang sang pelaku bisa mengalih ke hape, bukan lagi ke pacar.
In fact, ngga tidur, ngga nonton, ngga makan, ngga pup slalu meluk meluk si hape. Nyium nyium si hape. Semoga aja sih itu ngga terjadi. Kalo di cina ada cowo nikah ama kartun, jangan bayangin di Indonesia ada cowo nikah amah ape. Itu dosa!

Resiko ketiga:
Jelas duit bakal cepet menipis.
Saya suka melihat si kumbang belantara itu rela makan mie rebus seminggu 8 kali. Jelas, biaya makan untuk subsidi biaya telepon.
Namun, selain resiko buruk, pasti ada resiko baiknya dooong.

Resiko baiknya, seorang LDR udah jadi kaya orang lagi PDKT. Tiap hari sms, tiap hari telpon, kangen kangenan karna jarang ketemu. Mau pagi cumin telpon, hai…met maem pagi, kalo ngga maen tar jadi kuyus loooh, atau telpon malem yang lebih panjang.

Bunga bangkai: sayang udah maem malem?
Kumbang belantara: udah sayang…kamu?
Bunga bangkai: beyummmm…hiks
Kumbang belantara: maem dooong, tapi jangan banyak banyak yah…hemat! *ini bukan iklan*
Bunga bangkai: iya sayaaang. Sayang….aku ngantuk niiih..
Kumbang belantara: ya udah, maem bentar trus bobo gih..
Bunga bangkai: hu uh..tutup yah telponya..
Kumbang belantara: iya..tutup gih
Bunga bangkai: ah engga ah, kamu aja yang tutup telpon
Kumbang belantara: kamu dong yank..
Bunga bangkai: kamu aaaahhh…
Kumbang belantara: kamu aja..
Bunga bangkai: kamuuu ajaaa…
Begitu seterusnya sampai kiamat!

 

Akhirnya posting juga…🙂

Balik jogjaaaa…. :))

 

berfikir untuk meninggalkanmu

Posted: February 2, 2011 in Ngerumpi, string

kamu selalu memperhatikanku, apapun yang aku lakukan, tak peduli itu tingkah bodoh sekalipun. aku suka itu.

begitu setia kamu mendampingiku. mengantarku, membantuku, membuatku tertawa. sedihku lenyap seketika saat kamu membuka canda didepanku. aku suka itu.

kamu selalu membuatku nyaman. selalu berusaha untuk bisa berada disampingku, kapanpun itu. berusaha mati matian agar aku tak berpaling dengan yang lain. aku suka itu.

kamu selalu bisikan kata romantis ketika aku terdiam membeku dalam sepi. sempat kamu bilang padaku akan menikahiku secepat waktu. tahun depan katamu, sesaat sebelum kita mulai dipisahkan jarak dan waktu. ah, itu sebuah impian setiap wanita, begitupun aku. dan akupun suka itu.

 

tapi semua itu dulu…..dulu yang membuat aku terpikat dan tergoda yang akhirnya menunjukmu untuk ikut melukis lembaran hidupku.

 

sekarang, menghubungimu hanya mendapat pilu. dulu mati matian kamu mempertahankanku, tapi sekarang dengan gampangnya kamu bilang “kalo kamu ngga mau nunggu, cari yang lain aja”.

dulu, kamu bilang ingin menikahiku secepat waktu. tapi sekarang, “2 tahun lagi” yang keluar dari mulutmu. sekarang kamu berubah menjadi sembilu buatku. kamu sekarang, bukan kamu yang aku kenal dulu. apakah bisa aku pegang kata katamu? 2 tahun lagi aku dua puluh tujuh. tentu bukan angka yang bagus buat seorang wanita menunggu ketidakpastian.

aku kecewa, aku pasrah, dan sekarang aku berfikir untuk meninggalkanmu.

 

buku harian

Posted: January 19, 2011 in Ngerumpi, string

buku harian, diary, atau segala hal berbentuk apapun yang menceritakan kisah hidupnya. semua orang memilikinya. meskipun kecil dan hanya tersimpan dalam memori otak. terkadang, sekelebat (bener ga sih kosakatanya?) memori masa lalu mengisi otak yang kadang diam terparkir tanpa arah dan tujuan. membuka cerita kawan lama, yang selalu menerima saya apa adanya tanpa ada pertanyaan nyinyir yang keluar dari bibir mereka biarpun ada perubahan di diri saya. ah entah juga sih, entah mereka diam menerima atau hanya membatin sunyi dalam hati. saya tak tau.

cerita lain tentang cinta yang, ah sudahlah. tak pantas saya bercerita disini. tapi yang terpenting pelajaran selalu saya dapatkan dari apa yang telah saya alami.

oooh saya jadi ingat cerita itu. cerita tentang saya dan keluarga saya harus berjibaku mengatasi kerasnya hidup. masa lalu yang terasa pedih saat saya dan keluarga saya jalani. gejolak dalam rumah tangga. perbedaan pendapat atau adanya anak yang kurang mendapat perhatian atas kreatifitasnya. semua berjalan wajar dan normal, tetapi begitu manis ketika semua itu selesai dan memberi warna hidup yang luar biasa.

setiap perjalanan memiliki pelajaran dan mereka memiliki paket paket indah yang berbeda.

akan ada jalan baru sekarang. dan jalan itu sudah terpijak. entah dimana akan berujung, seperti saat saya berfikir dan mengandai andai saat dulu. dimana ujung jalan saya sekarang? kapan selesainya jalan ini? yang saya rasakan, jalan begitu panjaaaaaaaang sekali ketika saya baru saja menjalani apa yang akan saya jalani. etapi kok begitu terasa pendek dan singkat ketika saya mengakhiri semua itu? ah, kelihatanya hanya pertanyaan retoris deh ini, atau hanya pada diri saya?🙂

 

seperti kata pepatah, “emas terbentuk bukan karna dibelai dengan manja, tetapi karna ditempa dalam panas dan kerasnya palu besi”